• SMP NEGERI 1 KALINYAMATAN
  • Unggul dalam prestasi berdasarkan iman, taqwa, budi pekerti dan berwawasan lingkungan

9 Seni Budaya Smt 1 Bab 1 Melukis

 

 

BAB 1 MELUKIS

KOMPETENSI DASAR

3.1 Memahami unsur, prinsip, teknik, dan prosedur berkarya seni lukis dengan berbagai bahan. 4.1 Membuat karya seni lukis dengan berbagai bahan dan teknik.

 

Mengamati

Pada pembelajaran-pembelajaran sebelumnya kalian sudah mempelajari tentang menggambar. Pada pembelajaran kali ini kalian akan belajar melukis. Menggambar dan melukis sering kali sulit dibedakan. Untuk mendapatkan pemahaman tentang melukis, terlebih dahulu bandingkan dengan sejumlah karya seni gambar.

Amatilah gambar di bawah ini! Temukanlah pengertian tentang seni lukis!

Contoh hasil Lukisan

10 Contoh Karya Seni Rupa Murni Lukisan | Hedi Sasrawan    Seni Rupa Modern - Pengertian, Sejarah, Ciri, Fungsi, Contoh

contoh hasil Gambar

√Teknik Pointilis (Pengertian, Teknik Menggambar hingga Contoh ...              znth Instagram posts (photos and videos) - Picuki.com

Menurut pendapatmu, apakah yang dimaksud dengan seni lukis? Jelaskan!

Menanya

Apa yang ingin kamu ketehui tentang seni lukis? Buatlah sejumlah pertanyaan!

Mengumpulkan Informasi

  1. Seni Lukis

Seni lukis merupakan salah satu cabang dari seni rupa yang tercipta dari hasil imajinasi seniman yang diekspresikan melalui media garis, warna, tekstur, gelap terang, maupun bidang dan bentuk. Seni lukis termasuk karya seni rupa dua dimensi, dibuat menggunakan cat atau media pewarnaan yang lain, disajikan di atas kanvas, papan, kertas, kaca, tembok, dan sebagainya. Dilihat dari medianya, seni lukis hampir sama dengan seni gambar, walaupun sebenarnya antara melukis dan menggambar ada perbedaan.

Perbedaan yang menonjol antara menggambar dan melukis adalah pada kebebasan dalam berekspresi. Dalam seni lukis, pelukis lebih bebas dalam mengekspresikan perasaan atau mengungkapkan gagasannya melalui warna-warni cat atau bahan pewarna lainnya tanpa terikat dengan objek. Dalam seni lukis dikenal adanya aliran-aliran seni lukis. Sedangkan dalam menggambar kurang bebas berekspresi karena biasanya terikat kemiripan dengan objek tertentu serta mengungkapkannya lebih menonjolkan unsur garis.

Objek melukis bisa apa saja dan diwujudkan dalam berbagai tema. Tema dalam seni lukis antara lain: manusia dan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain, manusia dengan alam sekitar, manusia dengan kegiatannya (aktivitasnya), manusia dengan alam benda, manusia dengan alam khayal. Agar bisa menghasilkan lukisan yang baik maka dalam melukis harus memperhatikan prinsip-prinsip keindahan, sebagaimana dalam menggambar, antara lain: komposisi, proporsi, keseimbangan, kesatuan, irama, dan sebagainya.

Melukis dilakukan untuk berbagai tujuan, antara lain:

  1. Tujuan Religius

Melukis untuk tujuan religious berarti lukisannya untuk menunjukkan pengabdian pada Tuhan atau pengabdian pada sesuatu yang dihormati/dipuja. Lukisan untuk tujuan religious misalnya seorang seniman membuat lukisan kaligrafi ayat-ayat suci Al-Qur’an, seniman melukis kisah Dewa-dewa dalam agama tertentu, dan sebagainya.

El Greco - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas    Filosofi “Lukisan” Kaligrafi | MAN2PARE

  1. Tujuan Kritik sosial

Melukis untuk tujuan kritik sosial berarti melukis untuk mengomunikasikan tentang masalah­masalah sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Pelukis berharap agar masalah yang dilukiskan mendapat perhatian banyak orang dan berharap ada solusi atas permasalahan tersebut.

Tiarahain: Kritik Seni : Lukisan Berburu Celeng

  1. Tujuan Ekspresi

Melukis untuk tujuan ekspresi berarti melukis untuk mengungkapkan isi hati atau perasaan pelukis sendiri. Melukis untuk tujuan ekspresi biasanya dilakukan secara cepat. Contohnya seorang seniman melukis dengan gaya ekspresionis,lukisan abstrak, lukisan impresionis, dan sebagainya.

  1. Tujuan Komersil

Melukis untuk tujuan komersil berarti melukis untuk dijual, sehingga lukisan yang dibuat untuk memenuhi selera pembelinya. Misalnya seorang seniman yang menawarkan jasa melukis potret, lukisan souvenir di Daerah Sokaraja, lukisan souvenir pita maha Bali, dan sebagainya.

Apa itu lukisan dalam segi kebutuhan ? - Ilmu Seni Rupa - Dictio ...

  1. Seni Lukis Indonesia
  2. Seni Lukis Prasejarah Indonesia

Sejak zaman prasejarah ribuan tahun yang lalu, nenek moyang Bangsa Indonesia telah mulai membuat lukisan pada dinding-dinding gua. Contohnya di dinding Gua Leang-leang di Maros Sulawesi Selatan, lukisan tersebut menggambarkan perburuan. Selain itu ada juga lukisan di dinding-dinding gua di pantai selatan Papua yang menggambarkan nenek moyang.

Sebuah lukisan bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal dalam melukis pada zaman prasejarah adalah dengan menempelkan telapak tangan di dinding gua, lalu menyemburnya

dengan      kunyahan dedaunan atau batu      mineral     berwarna.     Hasilnya          adalah jiplakan
tangan berwana-warni di dinding-dinding gua yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Lukisan tersebut terdapat di Sulawesi Selatan, Teluk Sulaeman Seram, Teluk Berau Papua. Selain motif bayangan tangan, motif yang terdapat di banyak tempat ialah sosok manusia, perahu, matahari, bulan, burung, ikan, kura-kura, kadal, kaki, babi, dan rusa.

Seni Lukis Prasejarah Indonesia

Para Ilmuwan Nyatakan Lukisan Gua Indonesia Salah Satu Seni Tertua ...

  1. Seni Lukis Tradisional Indonesia

Seni lukis tradisional Indonesia memiliki corak yang berbeda-beda antara daerah satu dengan daerah yang lain. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya dan keadaan alam daerah asalnya. Seni lukis tradisional Indonesia berkembang dari dahulu sampai sekarang tidak mengalami perubahan corak/gaya, serta diwariskan dari generasi ke generasi secara turun temurun. Dengan kata lain bahwa seni lukis tradisional Indonesia adalah seni lukis yang berpola konvensional atau seni lukis yang corak/gayanya tetap (ajeg) dari dahulu sampai sekarang.

Gaya seni lukis tradisional Indonesia yang sangat menonjol adalah gaya dekoratif. Seni lukis tradisional Indonesia yang bergaya dekoratif misalnya lukisan wayang beber dari Jawa dan lukisan wayang kamasan dari Bali yang keduanya memiliki kemiripan. Lukisan wayang beber dan wayang kamasan dibuat untuk pergelaran wayang yang dimainkan oleh seorang dalang.

 

Selain gaya dekoratif ada sejumlah gaya seni lukis kedaerahan, seperti:

  1. Seni lukis gaya pita maha Bali, yaitu seni lukis yang berakar dari seni lukis klasik Bali tetapi kemudian mendapatkan sentuhan seni lukis barat, hingga memiliki corak dan gaya tersendiri.
  2. Seni lukis kain beludru dari Sumatera Barat, yang banyak melukiskan pemandangan dan rumah gadhang (rumah adat Minangkabau).
  3. Seni lukis pemandangan gaya Sokaraja, dari Daerah Banyumas yang pernah mengalami masa kejayaan sekitar tahun 1970 – 1980-an, walaupun lukisan Sokaraja sudah mengalami masa surut namun gaya lukisan ini masih sering kita jumpai menghiasi dinding-dinding rumah.          

Warna Pita Maha Ubud di lukisan Padangtegal Terkini - Kabari News

Seni lukis gaya pita maha dari Bali  

Desa Kamasan Klungkung – seni lukis wayang klasik di Bali

Seni lukis gaya kamasan dari Bali

Lukisan Ranah Minang 2 | Surakarta | Jualo

          Seni lukis kain beludru dari Sumatera Barat

Galeri Lukis Terpanjang di Asia Tenggara Nyaris Tinggal Nama ...

Seni lukis pemandangan alam gaya Sokaraja dari Banyumas

  1. Seni Lukis Modern Indonesia

Seni lukis modern sangat menonjolkan ide atau kreativitas dan inovasi. Jadi seni lukis modern tidak terbatas pada budaya atau pakem-pakem suatu daerah. Karya-karya dalam seni rupa modern menekankan beberapa unsur antara lain unsur eksperimen, kebaruan, dan orisinalitas.

Seni lukis modern berkembang dari mancanegara khususnya Negara-negara Eropa. Munculnya seni lukis modern di Eropa memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap seni lukis di berbagai penjuru dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Seni lukis dari negara-negara Eropa yang sangat terkenal adalah adanya berbagai aliran (isme)/gaya yang berbeda-beda. Gaya seni lukis modern dari Eropa mulai masuk ke Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda. Oleh karena pengaruh tersebut sehingga seni lukis modern Indonesia memiliki kesamaan gaya dengan seni lukis Barat. Gaya seni lukis modern yang berkembang di Indonesia secara garis besar dibedakan menjadi tiga, yaitu gaya representatif, deformatif, dan nonrepresentatif.

 

  1. Gaya Representatif

Kata representatif artinya mewakili, yang mengandung makna mengacu sesuatu obyek kasat mata. Perwujudan gaya seni lukis ini menggambarkan keadaan yang nyata dari kehidupan manusia dan alam sekitar. Gaya seni representatif dibedakan lagi menjadi tiga, yaitu romantis, naturalis, dan realis.

  • Gaya romantis, yaitu gaya seni lukis yang menitikberatkan cerita (roman) tentang sebuah peristiwa dalam kehidupan manusia. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran romantisme adalah: Raden Saleh Sjarif Boestaman (1807-1880).
  • Gaya naturalis, yaitu gaya seni lukis yang menitikberatkan pada sudut pandang yang kelihatan indah, cantik, dan menyenangkan, sehingga jika tidak cantik harus dipercantik. Kebanyakan lukisan naturalism mengambil objek pemandangan alam. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran naturalisme adalah: Abdullah Soerjo Soebroto (1978-1941), Basuki Abdullah (1915-1993), Mas Pringadi (1878-1936).
  • Gaya realis, yaitu gaya seni lukis yang melukiskan kehidupan dengan kenyataan yang sebenarnya, bahkan cenderung melukiskan kenyataan pahit yang tidak menyenangkan. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran realisme adalah: S. Sudjojono (1913-1985), Henk Ngantung (1921-1965), Dullah (1919-1996).

Lukisan Romantisme Karya Raden Saleh - Ilmu Seni Rupa - Dictio ...

Gaya Romantis

"Berburu Singa" karya Raden Saleh

Basoeki Abdullah - Pemandangan Gunung | Pemandangan, Lukisan korea ...

Gaya Naturalis

"Gunung dan Sawah" karya Abdullah Suryo Subroto

LUKISAN DAN BIOGRAFI S. SOEDJOJONO | Lukisan, Pelukis, Seni

Gaya Realis

"Ngaso" karya S. Soedjojono

 

  1. Gaya Deformatif

Deformasi berarti perubahan bentuk. Dalam seni lukis, bentuk alam diubah sedemikian rupa menjadi bentuk baru, namun masih dapat dikenali objek aslinya. Gaya seni lukis yang tergolong deformatif antara lain: dekoratif, surealis, impresionis, ekspresionis, dan kubistis.

  • Gaya dekoratif, yaitu seni lukis yang perwujudannya datar dan menonjolkan pernak-pernik hiasan pada setiap bentuknya. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran dekoratifisme adalah: Widayat (1923-2002), Abas Alibasyah (1928-2016).
  • Gaya surealis, yaitu seni lukis yang menggambarkan alam mimpi. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran serealisme adalah: Gusti Putu Saderi (1930­ 1995), Ivan Sagito (1957), Agus Kamal (1956)
  • Gaya impresionis, yaitu seni lukis yang perwujudannya menggambarkan kesan yang dilihat ketika melukis. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran impresionisme adalah: Hendra Gunawan (1918-1983), Kusnadi (1921-1997), Zaini (1926­ 1977).
  • Gaya ekspresionis, yaitu seni lukis yang perwujudannya lebih mengutamakan curahan batin senimannya secara bebas dan cepat. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran ekspresionisme adalah: Affandi (1907-1990), Rusli (1912-2005), Popo Iskandar (1927-2000).
  • Gaya kubistis, yaitu seni lukis yang perwujudan obyeknya dibuat dengan susunan bentuk kotak-kotak. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran kubisme adalah: Mochtar Apin (1923 - 1994)

Gaya Dekoratif

"Burung-burung di Pulau Dua" karya Widaja

Gaya Surealis

"Gunungan" karya Sudibio

Gaya Impresionis

"Ayah" karya Kusnadi

Gaya Ekspresionis

indra.blog: Lukisan

"Potret diri dan topeng-topeng kehidupan" Affandi

Gaya Kubistis

"pemandangan Eropa" karya Mohtar Apin

 

  1. Nonrepresentatif (Abstrak)

Abstrak berarti tidak dapat dikenali atau tidak dapat diidentifikasi. Lukisan gaya abstrak menggambarkan objek yang tidak ada di alam, namun hadir dari dunia imajinasi, fantasi, atau alam batin. Gaya lukisan abstrak dibagi menjadi dua yaitu: abstrak ekspresionis dan abstrak geometris.

  • Gaya abstrak ekspresionis, yaitu lukisan abstrak murni atau yang tidak dapat diidentifikasi dengan suatu figur atau objek. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran abstrak ekspresionisme adalah: Amri Yahya (1939-2001).
  • Gaya abstrak geometris, yaitu lukisan abstrak yang dapat diidentifikasi sebagai susunan bentuk-bentuk atau bidang-bidang. Pelukis Indonesia yang terkenal sebagai tokoh seni lukis beraliran abstrak geometris adalah: Fajar Sidik (1930-2004), Ahmad Sadali (1924-1987) But Mochtar (1930-1993).

Gaya Abstrak Ekspresionis

"Hutan terbakar" karya Amri Yahya

Gaya Abstrak Ekspresionis

Indonesian Visual Art Archive | Karya-Karya But Muchtar

"Garis warna" Karya But Muhtar

  1. Seni Lukis Kontemporer Indonesia

Seni lukis kontemporer berada dalam masyarakat modern. Seni lukis kontemporer merepresentasikan dan merefleksikan segala persoalan masyarakat masa kini. Seni lukis kontemporer dapat bersumber dari seni lukis tradisional maupun seni lukis modern yang sudah ada terlebih dahulu. Gaya dalam seni lukis kontemporer sangat bebas, tidak terbatas, dan bersifat sesaat. Gaya seni lukis kontemporer kadang dapat diidentifikasi sebagai suatu gaya tertentu, namun sering kali sulit diidentifikasi sebagai salah satu gaya seni. Hal ini disebabkan karena para seniman kontemporer tidak peduli dengan adanya gaya-gaya atau aliran-aliran seni lukis yang ada. Berbagai gaya yang ada lebur menjadi satu, yaitu gaya seni lukis kontemporer. Perwujudan seni lukis kontemporer kadang sangat rumit, kadang sangat sederhana (simpel), dan tidak terbatas pada satu media.

Hari Kartini: Pengingat Perempuan Tersandera – Suara Perempuan ...

"Mother Crying" karya Dede Eri Supriya.

  1. Media dan Teknik Melukis

Media (alat/bahan) untuk melukis pada dasarnya sama dengan media untuk menggambar. Media melukis dengan teknik kering, misalnya: pensil, pensil warna, pensil arang, kapur, crayon, spidol, dan sebagainya. Sedangkan media untuk melukis dengan teknik basah, misalnya: cat air, tinta bak, cat poster, cat akrilik, dan cat minyak. Melukis dengan teknik basah dapat diterapkan pada media kertas, kanvas, kaca, dan sebagainya.

Prosedur (langkah-langkah) dalam melukis dengan cat air:

  • Menyiapkan bahan/alat, yaitu kertas gambar, cat air, kuas cat air, palet, tempat air, air bersih, dan kain lap/tissu.
  • Memunculkan gagasan, yaitu memastikan tema atau objek yang akan dilukis di dalam imajinasi atau berhadapan dengan obyek secara langsung. Tidak terkecuali menentukan gaya lukisan yang akan dibuat.
  • Membuat sketsa, yaitu menuangkan gagasan atau obyek lukisan secara garis besar dalam bentuk garis-garis kontur. Sketsa dapat dibuat dengan menggunakan pensil atau kalau sudah cukup mahir dapat dibuat dengan menggunakan cat air secara langsung dengan warna tipis-tipis.
  • Mewarnai gambar, yaitu membubuhkan warna dengan cat air sesuai dengan warna yang dikehendaki. Warna cat air dapat digunakan dengan dicampur menggunakan air pada palet. Pewarnaan dilakukan mulai dari obyek-obyek tertentu secara garis besar, kemudian berangsur-angsur dibuat sampai dengan detail-detailnya.
  • Setelah selesai dan kering, hasil lukisan kaca dapat dipigura.

contoh Lukisan dengan cat air

ART PRINT LUKISAN CAT AIR BUNGA #1 | Shopee Indonesia

Amatilah teknik melukis dengan cat air!

Bukalah YouTube, search: Cara melukis dengan cat air versi cepat

  1. Melukis pada Kanvas dengan Cat Minyak (Oli Painting)

dengan tekik plakat biasanya dibuat pada kanvas. Kanvas terbuat dari kain tebal yang sudah diberi bahan penutup pori-pori kain. Kanvas direntangkan pada kayu berbentuk segi empat (spanram). Prosedur (langkah-langkah) dalam melukis dengan cat minyak:

  • Menyiapkan bahan/alat, misalnya: kanvas, cat minyak, lijn oil/refined linseed oil (pengencer cat minyak), terpentin (minyak pencuci kuas), kuas cat minyak, palet, pisau palet, easel (sandaran) kanvas, dan kain lap.
  • Memunculkan gagasan, yaitu memastikan tema atau objek yang akan dilukis di dalam imajinasi atau dengan mencontoh objek secara langsung. Tidak terkecuali menentukan gaya lukisan yang akan dibuat.
  • Membuat sketsa, yaitu menuangkan gagasan atau objek lukisan secara garis besar. Sketsa dapat dibuat dengan menggunakan pensil tipis-tipis atau kalau sudah cukup mahir dapat dibuat secara langsung dengan menggunakan cat minyak dengan warna muda.
  • Mewarnai gambar, yaitu memberikan warna dengan cat minyak sesuai dengan warna yang dikehendaki. Warna cat minyak sebelum digunakan dicampur terlebih dahulu menggunakan lijn oil pada palet, selanjutnya baru dioleskan pada kanvas. Pewarnaan dilakukan mulai dari oblek-objek tertentu secara garis besar, kemudian berangsur-angsur dibuat secara mendetail.
  • Setelah selesai dan sudah kering, lukisan dapat difinishing dengan memberi lapisan varnish/pernis untuk lukisan cat minyak. Pernis tipe 'gloss' untuk yang menginginkan hasil mengkilap, dan teipe 'matt' untuk hasil yang tidak mengkilap.
  • Hasil lukisan dapat dipigura.

contoh Lukisan dengan cat minyak

Jual Lukisan cat minyak - Kota Surakarta - Solo Art Gallery ...

 

Bukalah YouTube, search: Cara melukis pemandangan dengan Media Cat Minyak pada Kanvas

  1. Membuat Lukisan Kaca (Glass Painting) dengan cat minyak

Lukisan kaca adalah lukisan yang dibuat menempel langsung pada salah satu permukaan kaca. Lukisan kaca dibuat dengan menggunakan jenis cat minyak yang biasa digunakan untuk mengecat kayu atau besi. Cat jenis ini biasa dijual di toko-toko bahan bangunan. Dalam proses membuat lukisan kaca dibuat secara terbalik, sehingga hasil yang dilihat nantinya adalah sisi sebaliknya (bagian dibelakang) dari permukaan yang dilukis. Lukisan ini berkembang pesat di Daerah Trusmi Cirebon (Jawa Barat) dan Daerah Surakarta (Jawa Tengah).

Prosedur (langkah-langkah) dalam melukis dengan cat minyak:

1) Menyiapkan bahan/alat, misalnya: kaca bening, cat minyak, tiner (pengencer cat), kuas, palet, pena rapido, dan kain lap.

  • Memunculkan gagasan, yaitu memastikan tema atau objek yang akan dilukis di dalam imajinasi atau dengan mencontoh objek secara langsung. Tidak terkecuali menentukan gaya lukisan yang akan dibuat.
  • Membuat desain, yaitu menuangkan gagasan atau objek lukisan pada kertas. Sketsa dapat dibuat dengan menggunakan pensil tipis-tipis selanjutnya garis-garisnya ditebalkan dengan spidol. Desain lukisan kaca dibuat terbalik misalnya kalau ingin membuat lukisan orang menghadap ke kanan, desainnya harus dibuat menghadap ke kiri.
  • Meletakkan kaca di atas desain sesuai dengan posisi yang dikehendaki.
  • Menyalin desain ke kaca dengan cara menapak garis-garisnya dengan menggunakan cat hitam atau dapat menggunakan pena rapido. Setelah selesai menapak, tunggu sampai garis-garisnya kering.
  • Mewarnai lukisan, yaitu membubuhkan warna dengan cat minyak sesuai dengan warna yang dikehendaki. Warna cat minyak sebelum digunakan dicampur pada palet terlebih dahulu menggunakan tinner, selanjutnya baru dioleskan pada bagian lukisan secara bertahap.
  • Setelah semua bagian yang diwarnai kering selanjutnya kaca dapat diangkat dan dilihat hasilnya dari permukaan baliknya.
  • Hasil lukisan kaca dapat dipigura.

Lukis Kaca Cirebon | Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Mencoba

Lakukanlah percobaan (latihan) melukis, dengan ketentuan:

- Siapkan alat/bahan untuk melukis dengan cat air, cat minyak, atau lukisan kaca.

- Buatlah sketsa seperti contoh berikut (pilih salah satu) atau membuat kreasi sendiri.

- Taatilah prosedur melukis yang baik.

- Perhatikan prinsip-prinsip melukis yang baik.

- Ikutilah bimbingan guru.

Contoh sketsa lukisan

Gambar Sketsa Pemandangan Kota Yang Mudah