• SMP NEGERI 1 KALINYAMATAN
  • Unggul dalam prestasi berdasarkan iman, taqwa, budi pekerti dan berwawasan lingkungan

9 Bahasa Indonesia smt 1 Bab 3 Teks Cerita Pendek

BAB III

    MENGASAH KREATIVITAS DENGAN CERITA PENDEK

1. Definisi, Pembedaan, dan Ciri-Ciri Teks Cerpen

  • Dalam Teori Pengkajian Fiksi karangan Burhan Nurgiyantoro dijelaskan bahwa cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam.

  • Menurut H.B. Jassin, cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting, yaitu perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.

  • Menurut H.B. Jassin, cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting, yaitu perkenalan, pertikaian, dan penyelesaian.

2. Ciri-Ciri Cerpen

  • Terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata.
  • Selesai dibaca dengan sekali duduk.
  • Bersifat fiktif.
  • Hanya mempunyai 1 alur saja (alur tunggal).
  • Isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari.
  • Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami oleh pembaca.
  • Bentuk tulisan yang singkat (lebih pendek dari Novel).
  • Penokohan dalam cerita pendek sangat sederhana.
  • Mengangkat beberapa peristiwa saja dalam hidup.
  • Kesan dan pesan yang ditinggalkan sangatlah mendalam sehingga si pembaca ikut merasakan isi dari cerita pendek tersebut

3. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur intrinsik tersebut yaitu:
  1. Tema: gagasan utama yang menjadi dasar cerita jalannya cerita pendek.
  2. Alur/Plot: tahapan urutan jalannya cerita pendek. Mulai dari perkenalan, konflik, klimaks, penyelesaian.
  3. Setting: meliputi latar/tempat, waktu, suasana yang terlihat cerita pendek.
  4. Tokoh: pelaku yang ada dalam cerita pendek. Setiap tokoh mempunyai watak tersendiri.
  5. Penokohan: sifat dari tokoh yang tercermin dari perilaku, sikap, ucapan, pikiran ,dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita. Ada 2 mode penokohan:
    • Metode Analitik: menggambarkan sifat tokoh yang ada dalam cerita secara langsung. Contoh nya: pemalu, penakut, pembohong.
    • Metode Dramatik: menggambarkan sifat tokoh digambarkan secara tidak langsung dengan menggambarkan fisik, percakapan, dan reaksi tokoh lain.
  6. Sudut Pandang: cara pandang yang digambarkan oleh pengarang dalam suatu kejadian yang terjadi dalamnya. Sudut pandangnya:
    • Sudut pandang orang pertama: Ada pelaku utama dan sampingan.
      • Pelaku utama: “aku” akan menjadi pusat perhatian.
      • Pelaku sampingan: “aku” muncul hanya muncul dalam pengantar dan penutup cerita.
    • Sudut pandang orang ketiga: ada serbatahu dan pengamat.
      • Serbatahu: sudut pandang “dia”, pengarang atau narator mengetahui segala hal yang berhubungan dengan tokoh “dia”.
      • Pengamat: pengarang hanya menggambarkan apa yang dirasakan, dialami, dilihat, dan dipikir oleh seorang tokoh.
  7. Amanat: pesan moral yang disisipkan pengarang dalam cerpen supaya pembaca dapat menyerap pesan di dalamnya.

Struktur Cerpen

  1. Orientasi: berhubungan dengan waktu, suasana, tempat di dalam cerita pendek tersebut.
  2. rangkaian peristiwa: urutan kejadian yang dihubungkan secara sebab dan akibat. Karakter dan watak tokoh biasanya terlihat di struktur ini.
  3. Komplikasi: pengarang mengungkapkan solusi terhadap masalah yang dialami tokoh dalam cerpen.
  4. Resolusi: nilai atau pelajaran yang bisa didapat dari teks cerita pendek oleh pembaca.
Unsur Ekstrinsik Cerpen
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membentuk cerpen dari luar. Unsur ekstrinsik tersebut yaitu:
  1. Latar Belakang Masyarakat: dapat mempengaruhi terbentuknya jalan cerita dalam cerpen, misalnya: kondisi politik, ideologi, sosial, dan ekonomi masyarakat.
  2. Latar Belakang Pengarang: Latar belakang pengarang memuat tentang pemahaman, faktor-faktor, atau motivasi pengarang untuk membuat sebuah cerita pendek. Meliputi:
    • Biografi: Riwayat hidup pengarang. bisa mempengaruhi pembuatan cerita pendek melalui pengalaman pribadi.
    • Kondisi Psikologis: meliputi mood dan motivasi, kondisi ini sangat mempengaruhi dengan apa yang akan ditulis dalam cerita.
    • Aliran Sastra: berpengaruh dalam gaya penulisan bahasa yang digunakan pengarang.

 

Tulisan Lainnya
9 Bahasa Indonesia semester 1 Bab 2 Pidato Persuasif

TEKS PIDATO PERSUASIF  Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mendefinisikan pengertian teks pidato persuasif. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian gagasan, pikiran, pandan

08/07/2020 11:02 WIB - admin
9 Bahasa Indonesia semester 1 bab 1 teks laporan percobaan

BAB 1 TEKS LAPORAN PERCOBAAN MATERI Laporan adalah suatu bentuk hasil dari sebuah pengamatan yang dilakukan dan bertujuan untuk menginformasikan hasil yang diperoleh tersebut kepad

08/07/2020 10:23 WIB - admin