• SMP NEGERI 1 KALINYAMATAN
  • Unggul dalam prestasi berdasarkan iman, taqwa, budi pekerti dan berwawasan lingkungan

MPLS " PENDIDIKAN KARAKTER DAN ANTI KORUPSI"

Materi MPLS SMP N 1 Kalinyamatan TP 2020/2021

 

Pendidikan

Karakter dan Antikorupsi

oleh Muhamd Maghfur, S. Sn., M. Pd

 

Mengapa Perlu Pendidikan Anti Korupsi?

Sebelum menyelami lebih jauh tentang Pendidi­kan Antikorupsi, pahami terlebih dahulu tentang apa itu Pendidikan Antikorupsi dan mengapa diperlukan Pendidikan Antikorupsi. Hari-hari ini kita menyaksikan berita tentang tindak pidana korupsi dan perilaku koruptif di mana-mana. Ter­jadi di hampir semua daerah di Tanah Air, di semua level, dan di semua segi kehidupan dengan beragam jenis, modus, dan kompleksitas. Perilaku koruptif telah merasuki semua elemen bangsa. Padahal kita semua tahu bah­wa korupsi adalah perilaku yang tidak bermoral.

Fokus pada anti korupsi

Dari segala persoalan tersebut, terutama untuk mencegah ko­rupsi secara sistemik, saatnya sekolah kembali fokus ke penguatan perilaku antikorupsi, bukan penguasaan materi pengetahuan semata. Dasarnya jelas dan lebih memiliki makna dan memberi harapan.

Setiap manusia terlahir dibekali poten­si dan sikap positif agar kehadirannya mampu menyelamatkan diri pribadi, keluarga, lingkungan, masyarakat, bangsa dan negaranya. Itulah fitrah manusia, yang diutus Tuhan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Fitrah inilah yang membedakan manusia den­gan makhluk Tuhan lainnya. Dengan demikian sebetulnya cikal bakal dan bibit menjadi orang yang berbudaya antikorupsi sudah ada dalam diri manusia.

Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa pendidikan itu hanya suatu “tuntunan” di dalam tumbuhnya anak­anak kita. Hidup tumbuhnya anak di luar kecakapan dan kehendak kita kaum pendidik. Maka dari itu, untuk menyelesaikan segala persoalan akibat kelemahan perilaku, tidak ada jalan lain selain menguatkan bibit perilaku baik yang ada dalam setiap jiwa individu.

Maka dari itu, untuk menyelesaikan segala persoalan akibat kelemahan perilaku, tidak ada jalan lain selain menguatkan bibit perilaku baik yang ada dalam setiap jiwa individu. Dalam kaitan itulah pendidikan ber­fungsi sebagai proses untuk memupuk dan menguatkan nilai-nilai yang sudah tertanam dalam diri setiap individu. Oleh karena itu pendidikan harus lah tanpa paksaan.

Untuk mewujudkan hal itu perlu desain pendidikan yang utuh, yang memosisikan anak agar aktif mem­bangun gerakan anti korupsi melalui prakarsa-prakarsa individu maupun kelompok. Artinya, anak diposisikan sebagai produsen yang aktif dalam segala hal.

Ini perlu dilakukan untuk mengem­balikan iklim dunia pendidikan yang selama ini, anak diposisikan sebagai konsumen yang harus menampung semua yang diinginkan orang dewasa. Pola ini kontraproduktif dengan upaya membangun karakter.

Prinsip Pendidikan Indonesia dan perbedaannya dengan Pendidikan Barat

Pendidikan Indonesia

Pendidikan Barat

Kehidupan yang tata tentrem yang bersumber dari ketertiban dan kedamaian (orde en vrede). Oleh karena itu pendidikan di Indonesia lebih pada Among Methode. Pendidikan tidak atas dasar paksaan.

(Ki Hajar Dewantara, 1977.)

 

Ketertiban yang dihasilkan melalui paksaan dan hu­kuman (regering-tucht-en orde). Paksa dan hukum merupakan pola pendidikan Barat.

 

 

Prinsip Pendidikan Anti Korupsi

Budaya itu dianut dan diyakini bersama, diwariskan dan dipela­jari. Proses mempelajari budaya (enkulturasi) dilakukan melalui semua aspek kehidupan keseh­arian manusia dalam satu ko­munitas. Pendidikan merupakan salah satu proses pembentukan budaya. Untuk itu harus dilakukan aktivitas konsisten di berbagai tempat.

Terdapat 4 Prinsip Pendidikan Antikorupsi yang mengarah pada penguatan dan pembangunan Karakter.

  1. Sebagai bagian dari pendidikan karakter, pendidikan antikorupsi bersifat jangka panjang. Dimulai sejak peserta didik masuk ke satuan pendidikan dasar hingga di pen­didikan tinggi. Proses awal memer­lukan identifikasi dan perencanaan yang matang, sementara hasilnya baru akan terlihat dalam beberapa dekade.
  2. Sebagaimana pendidikan karakter, pendidikan antikorupsi dipengaru­hi oleh perbedaan setiap tahap perkembangan anak. Efektivitas pendidikan karakter harus menim­bang dengan seksama karakteristik perkembangan yang dominan pada setiap tahapan usia (Piaget, 1896 – 1980).
  3. Pendidikan antikorupsi harus bertumbuh memadukan antara pemahaman, penyadaran dan pengamalan di semua segi kehidupan secara konsisten. Proses ini berlangsung keluarga, sekolah, dan lingkungan atau masyarakat, serta komunitas-komunitas yang dekat dengan kehidupan anak, baik pada tataran sosial maupun budaya.

Ki Hajar Dewantara menyebut ter­dapat tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan, yakni apa yang ia sebut sebagai alam-keluarga, alam perguruan, dan alam-pergerakan pemuda. Secara lebih luas, alam-per­guruan /sekolah meliputi di kelas dan di luar kelas, sedangkan alam-perger­akan pemuda meliputi teman bermain dan masyarakat.

  1. Pendidikan antikorupsi merupa­kan bagian integral dari pendidikan karakter generasi muda. Hal ini sangat bergantung pada 2 (dua) faktor besar. Pertama, motivasi individu. Artinya, meskipun pendidikan karakter an­tikorupsi berjalan baik, tetapi selama motivasi individu untuk korupsi tidak berkurang, maka efektivitas sosialisasi nilai-nilai antikorupsi masih diper­tanyakan. Kedua, pada aras makro, kesempatan untuk melakukan korupsi merupakan salah satu faktor yang dapat mengikis habis penanaman nilai-nilai baik anti korupsi.

Nilai-nilai Pembentuk Perilaku Anti Korupsi

Salah satu hal yang menyatukan kita dalam kehidupan berbangsa adalah adanya nilai-nilai utama yang menjadi landasan kepribadian bangsa. Nilai­nilai tersebut disepakati, dipahami, kemudian meresap menjadi acuan dalam kehidupan bangsa dan men­jadi pedoman dalam segala aktivitas penyelenggaraan negara

 

18 NILAI KARAKTER

(Versi Kemendikbud)

9 NILAI PEMBENTUK KARAKTER

(Versi KPK)

·  Religius,

·  Jujur,

·  Toleransi,

·  Disiplin,

·  Kerja keras,

·  Kreatif,

·  Mandiri,

·  Demokratis,

·  Rasa Ingin Tahu,

 

·  Semangat Kebangsaan,

·  Cinta Tanah Air,

·  Menghargai Prestasi,

·  Bersahabat/Komunikatif,

·  Cinta Damai,

·  Gemar Membaca,

·  Peduli Lingkungan,

·  Peduli Sosial,

·  Tanggung Jawab

 

·  Kejujuran,

·  Tanggung jawab,

·  Kesederhanaan,

·  Kepedulian,

·  Kemandirian,

·  Disiplin,

·  Keadilan,

·  Kerja keras,

·  Keberanian.

 

     

 

Kemendikbud melansir 18 Nilai Pen­didikan Karakter yang dikembangkan di sekolah yang diperoleh melalui kajian empiris yang bersumber dari Agama, Pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Nilai ini kemudian dikerucutkan lagi menjadi lima nilai: Integritas, Religi­us, Nasionalis, Mandiri dan Gotong Royong.

Melalui kajian yang dilakukan KPK ditemukan sembilan nilai sebagai pembentuk karakter yang bermuara pada perilaku antikorupsi. KPK memilih dan menetapkan nilai­nilai antikorupsi, sebagai pedoman dan inspirasi bagi setiap individu dan organisasi (baik pemerintah maupun swasta), dan mentransformasikan nilai-nilai tersebut dalam kerangka mencapai idealisme sebagai Bangsa Indonesia yang Bermartabat.

  • NILAI PEMBENTUK KARAKTER (Versi KPK)
  1. Kejujuran, 2.Peduli, 3. Mandiri,4. Disiplin,5. Tanggungjawab,6. Kerja keras,7. Sederhana, 8. Berani, 9. Adil

NILAI-NILAI  ANTI KORUPSI DAN MANFAATNYA

Berikut nilai-nilai pembentuk perilaku antikorupsi, deskripsi singkat serta manfaatnya bagi diri pribadi dan secara sosial.

Jujur

Peduli

Mandiri

Disiplin

Berkata benar sesuai dengan yang dilihat, didengar, dan dirasakan

 

Memiliki kasih sayang, empati dan keberpi hakan kepada sesama maupun lingkungan

 

Memiliki karakter yang kuat, punya inisiatif dan tidak menggantungkan keputusan kepada orang lain

Konsisten,tertib,menepati janji, komitmen dan taat aturan

 

Manfaat Pribadi:

Manfaat Pribadi:

Manfaat Pribadi:

Manfaat Pribadi:

 

·     Jiwa tenang, damai, bahagia, percaya diri;

·     Selamat dari fitnah;

·     Bernilai ibadah.

 

·     Kepuasan batin, disayang, dihargai, dihormati dan disegani

·     Bernilai ibadah

 

·     Percaya diri, optimis, tidak sombong

·     Bernilai ibadah

 

·     Jiwa tenang, damai, bahagia, percaya diri, terhindar dari kecemasan dan kekhawatiran

·     Dihargai, dihor­mati, disegani, dan diteladani

·     Bernilai ibadah

 

Manfaat Sosial:

Manfaat Sosial:

Manfaat Sosial:

 

Manfaat Sosial:

 

·     Dipercaya, dihargai, dihor­mati

·     Orang lain merasa nyaman

 

·     Kerukunan, saling men­yayangi, saling menghormati, dan timbulnya rasa aman dan nyaman

 

·     Dipercaya, dihargai, dihor­mati

·     Terciptanya suasana kerja/ kehidupan so­sial yang saling mendukung satu sama lain

 

·     Kehidupan yang teratur, harmonis, sal­ing menghor­mati dan saling menghargai

 

Tanggung Jawab

 

Kerja Keras

 

Sederhana

 

Berani

 

Menerima semua
konsekuensi
akibat perkataan
dan perbuatan
yang dilakukan
berdasarkan
nilai, moral, atau
aturan

Melakukan
upaya sung‑
guh-sungguh
hingga tercapai
apa yang ditarg‑
etkan berdasar‑
kan nilai dan
moral

 

Bersahaja, tidak
berlebih-lebi‑
han, ikhlas, dan
selalu ber‑
syukur.

 

Memiliki karak‑
ter yang kuat,
kemantapan hati,
tidak takut untuk
mengatakan yang
benar, menolak
ajakan berbuat
tidak baik, dan
semangat juang
yang tinggi

 

Manfaat Pribadi

 

Manfaat Pribadi

 

Manfaat Pribadi

 

Manfaat Pribadi

 

·    Berhati-hati dalam perkataan dan perbuatan

·    Menghargai waktu dan mutu

·    Produktif

·    Disiplin

·    Bernilai ibadah

 

·    Mendapatkan kepuasan batin

·    Dapat mencapai cita-cita

·    Menghargai waktu

·    Menghargai mutu

·    Produktif

·    Bernilai ibadah

 

·    Jiwa tenang, tenteram, ber­pikir positif

·    Bernilai ibadah

 

·    Percaya diri, optimis, berpe­luang meraih kesuksesan dengan cara yang terhormat

·    Bernilai ibadah

 

Manfaat Sosial

Manfaat Sosial

Manfaat Sosial

Manfaat Sosial

·    Dipercaya, dihargai, dihor­mati

·    Orang lain merasa nyaman

 

·    Dipercaya, dihargai, dihor­mati

·    Orang lain merasa nyaman

 

·    Harmonis, saling meng­hormati dan menghargai

·    Terhindar dari fitnah

 

·    Menjadi teladan, dise­gani, dihormati, menjadi sum­ber inspirasi

·    Orang lain merasa nyaman

 

Adil

 

 

 

 

Menempatkan
sesuatu pada
tempatnya, kon‑
sisten, selaras,
seimbang, dan
berpegangg
teguh pada
kebenaran

 

 

 

 

Manfaat Pribadi

 

 

 

 

·    Jiwa tenang, tenteram, dihor­mati, disegani, diteladani

·    Bernilai ibadah

 

 

 

 

Manfaat Sosial

 

 

 

 

·    Dipercaya, dihargai, dihor­mati

·    Menciptakan kedamaian, ketenteraman, kenyamanan dan kesejahter­aan.

·     

 

 

 

 

 

Tulisan Lainnya
Pendidikan karakter di sekolah

Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Siswa Sekolah Oleh : TM Pendidikan Karakter, Sepenting Apa? Penasaran nggak, sih, kalau sekarang banyak sekali lembaga pendidikan yang 'menjual' pend

10/07/2020 23:18 WIB - Teguh Tri Mulyana
Pendidikan Karakter Keagamaan

Pendidikan Karakter Keagamaan Oleh : Lukman Khakim, S.Pd.I Pendidikan merupakan media untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuh

10/07/2020 11:02 WIB - Lukman Khakim, S.Pd.I