• SMP NEGERI 1 KALINYAMATAN
  • Unggul dalam prestasi berdasarkan iman, taqwa, budi pekerti dan berwawasan lingkungan

7 Informatika: Dampak Sosial Informatika

DAMPAK SOSIAL INFORMATIKA

 

Kompetensi Dasar:

3.4 Memahami makna kolaborasi dalam masyarakat digital 

 

 

1 Perkembangan Teknologi dan Masalah Sosial

Teknologi berkembang begitu cepat dan pesat semenjak ditemukannya mesin dan komputer. Berkembangnya teknologi tersebut juga menuntut kita untuk selalu mengikutinya. Inovasi baru yang telah atau sedang dikembangkan memiliki tujuan utama untuk mempermudah manusia melakukan suatu pekerjaan. Zaman dahulu orang mengirimkan kabar melalui surat, namun sekarang dapat digantikan dengan email atau lanyanan pesan singkat seperti whatsapp, facebook messenger, dan lain lain. Selain itu, infomasi bisa didapat dengan mudah dan penyebarannya cepat. Jadi, setiap orang tidak akan ketinggalan  informasi  terkini ( UP to date ). Era digital menggunakan konsep paperless. Paperless merupakan metode dimana dokumen dan data data yang memungkinkan untuk dibuat digital akan di ubah dan disimpan ke penyimpanan digital. Buku yang dicetak di kertas pun mulai di ubah menjadi e-book. Selain itu, terdapat juga pembelajaran online yang memungkinkan untuk belajar tanpa tatap muka langsung dengan Guru.

Berdasarkan data statistik dari Hootsuite dan We Are Social, jumlah populasi di indonesia adalah lebih dari 268 juta masyarakat. Masyarakat yang terdaftar menggunakan kartu SIM ( Subscriber Identity Module ) adalah sebanyak lebih dari 355 juta data. Jumlah tersebut melebihi jumlah populasi masyarakat indonesia. Hal tersebut menenjukkan bahwa satu orang dapat memiliki lebih dari 1 buah kartu SIM dari berbagai jenis operator. Kemudian banyaknya penguna internet adalah lebih dari 150 juta masyarakat. Data tersebut menyatakan bahwa telah lebih dari 50% seluruh masyarakat di indonesia yang menggunakn teknologi untuk kehidupan sehari hari.

Dengan adanya teknologi yang berkembang pesat, dampak yang dirasakan setelah adanya teknologi adalah sebagai berikut

  

  1. Bergesernya layanan konvensiopnal  menjadi  online. Contohnya  adalah  ojek  online, taxi  online, pasar online,  hiburan  dan lain  sebagainya.
  2. Menurunnya penjualan eceran(retail)  dan  banyak  di gantikan  oleh  sistem  online. Ditambah  dengan  adanya  banyak  potonggan  harga  atau  gratis  penggiriman  semakin  menarik  para  pelanggan  untuk  menggunakan  sistem  belanja  online.
  3. Terbukanya kerja sama personal  dengan  sesama  pengguna  internet  tanpa  ada batas  negara
  4. Adanya pergeseran etika  sosial  dalam  pergaulan  masyarakat  yang  disebut  phubbing.karena  lebih  fokus  pada  gadget  dari pada  membanggun  sebuah  percakapan  di  dunia  nyata.
  5. Adanya kesempatan berkarya  untuk  kaum  disabilitas  karena  terbantu  sistem  dan  serba  online  akibat  kecerdasan  buatan(artificial  intelligence)  di  segala  bidang.

 

2 Pengertian Masyarakat Digital

  • Masyarakat yang telah terbiasa dengan teknologi digital disebut dengan masyarakat digital. Masyarakat digital adalah masyarakat yang mampu menerapkan teknologi informasi ke dalam kesehariaanya.
  • Secara umum perbedaan yang terjadi adalah sifat individualisme yang muncul karena kurangnya kegiatan interaksi sosial di dunia nyata.

 

Ciri-ciri Masyarakat Digital Menurut Talcott Parsons

  • Netralitas,yaitu bersikap netral bahkan dapat menuju sikap tidak memerhatikan orang lain atau lingkungan.
  • Orientasi diri,yaitu lebih mengutamakan kepentingan sendiri.
  • Universalisme,yaitu menerima segala sesuatu denagn objektif.
  • Prestasi,yaitu masyarakatnya suka mengejar prestasi.
  • Spesifitas,yaitu berterus terang dalam mengungkapkan segala sesuatu

 

Kemampuan Yang Harus Dimiliki Masyarakat Digital

a Berpikir Kritis:Pemikiran yang masuk akal dan reflektif yang berfokus untuk memutuska apa yang mesti dipercaya atau dilakukan.

      Ciri-ciri  orang yang memiliki  kemampuan Berpikir Kritis:

  • Mengenal secara rinci bagian-bagian dari permasalahan.
  • Pandai mendeteksi permasalahan.
  • Mampu membedakan ide yan berhubungan/relevan dengan yang tidak relevan.
  • Mampu membedakan fakta dan pendapat.
  • Mampu mengidentifikasi perbedaan-perbedaan atau kesenjangan kesenjangan informasi.
  • Suka mengumpulkan data untukmembuktikan sesuatu.
  • Mampu menarik kesimpulan dari data yang telah ada dan terseleksi.

 

b Kreatif dan Inovatif

   Ciri-ciri Kreatif:

  • Memiliki pandangan positif terhaap diri sendiri.
  • Mempunyai inspirasi dan juga motivasi dari masalah yang dilihat.
  • Menyukai tantangan.
  • Suka memandang suatu prmasalahan dari sisi yang berbeda dari kebanyakan orang lain.
  • Menghargai kebebasan dan juga perbedaan pendapat.

c Berkomunikasi dengan baik.

d Berkerja sama dan Berkolaborasi memiliki fungsi untuk menggapai sebuah tujuan untuk kepentingan bersama yang dikerjakan oleh suatu kelompok atau beberapa orang.

e Percaya Diri merupakan kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pad dirinya untuk berbuat atau melakukan suatu tindakan.

    Aspek-aspek kepercayaan diri:

  • Memiliki rasa aman.
  • Yakin pada keamampuan diri sendiri.
  • Tidak mementingkan diri sendiri dan toleran.
  • Mandiri.
  • Optimis.

    

 

3 Profesi Yang Muncul Karena Masyarakat Digital

Budaya Kerja startup:

  • Tidak Menggunakan Pakaian formal
  • Gaji dan fasilitas yang memuaskan
  • Kesempatan karier terbuka
  • Komunitas lebih terbuka
  • Memberikan Pelatihan yan mendukung kinerja karyawan.

 

Profesi yan muncul karena masyarakat digital:

  1. Content creator
  2. Copywriter
  3. Spesialis media sosial
  4. Digital Public relaions
  5. Programmer

 

 

Kolaborasi Masyarakat Digital

 

Kolaborasi adalah kerja sama yang dilakukan oleh dua atau lebih pihak untuk mencapai tujuan bersama.

 

  1. Jenis Kolaborasi Berdasarkan Cara Pembentukan dan Tujuan Kolaborasi

 a) Kolaborasi Tim

Kolaborasi Tim adalah kolaborasi yang dilakukan dalam tim kerja dengan masing-masing anggota rim mempunyai tugas, batasan waktu, dan tujuan yang sudah dinyatakan secara jelas.

Contoh: Guru membentuk Tim kerja yang terdiri dari 5 anak dan diberikan tugas untuk mengembangkan program dalam bentuk game. Untuk menyelesaikan proyek tersebut, tim harus membagi tugas ke masing-masing anggota tim.

b) Kolaborasi Komunitas

Kolaborasi komunitas adalah kolaborasi yang dilakukan karena adanya kesamaan minat dan ketertarikan dari anggota komunitas.

Contoh: Komunitas pengguna Linux menggembangkan software gratis.

c) Kolaborasi Jaringan

Kolaborasi jaringan adalah kolaborasi yang dibangun karena adanya hubungan atau ikatan yang sudah dibangun terlebih dahulu. Jaringan tersebut dibangun berdasarkan berbagai ikatan tertentu, seperti hubungan kerja, sahabat, kolega, teman sekolah, keluarga atau kesamaan kepentingan.

Contoh: Organisasi seperti hotel, jasa transportasi, restoran, penyedia jasa aktivitas wisata dan biro perjalanan, membangun jaringan untuk membangun industri pariwisata setempat.

 

  1. Jenis Kolaborasi Berdasarkan Metode atau Perangkat

 a) Kolaborasi Sederhana

Kolaborasi sederhana dilakukan dalam bentuk dialog, pemberian pesan, dan memberikan umpan balik terhadap pekerjaan. Kolaborasi jenis ini dapat dilakukan dengan menggunakan media komunikasi, seperti aplikasi messenger, chatting dan video konferensi.

 b) Kolaborasi Dokumen

Kolaborasi dokumen adalah kolaborasi yang dilakukan untuk menghasilkan dokumen yang menjadi hasil dari kerja sama yang dilakukan.

Contoh: Kamu bekerja secara tim untuk menyelesaikan laporan praktikum IPA. Pada kolaborasi jenis ini akan dibutuhkan sharing dokumen antara anggota tim.

  c) Kolaborasi Struktur

Kolaborasi terstruktur mempunyai prosedur, aturan dan batasan yang harus diperhatikan oleh pihak-pihak yang terlibat.

Contoh: Kolaborasi antar pemasok (supplier), produsen, distributor, dan penjual (retailer). Masing – masing pihak terlibat dalam kolaborasi dengan aturan, prosedur dan batasan yang sudah disepakati.

 

  1. Teknologi Pendukung Kolaborasi

Beberapa teknologi yang tersedia untuk mendukung keperluan kolaborasi di era teknologi saat ini banyak perangkat lunak atau platform, diantaranya sebagi berikut.

a) Aplikasi Rapat Online

Aplikasi rapat online adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan konferensi melalui jaringan internet.

Contoh: Skype, Google Meet, Microsoft Teams, Zoom Meeting dan Facetime

 

b) Aplikasi Pengirim Pesan

Saat ini banyak aplikasi pengiriman pesan yang dapat digunakan baik dari perangkat komputer personal maupun dari perangkat mobile. Beberapa aplikasi dilengkapi dengan fitur artificial intellegence yang memungkinkan pengguna melakukan pencarian dihistori yang tidak terbatas. Fitur ini juga memiliki kemampuan untuk memperkirakan jawaban pengguna sehingga akan mengurangi waktu yang digunakan untuk mengetik pesan.

Contoh: WhatsApp, Line, Facebook Mesenger, Chanty, Slack, dll

c) Pengelola Email

Aplikasi pengelola email adalah aplikasi yang digunakan untuk menerima, membaca, mengirimkan, dan mengelola email.

Contoh: Mailbird, Hiri, Opera mail, mozilla Thunderbird, Microsoft outlook.

d) Perangkat Lunak untuk Desain

Ketika bekerja dengan proyek desain, kita perlu berkolaborasi dengan kolega dalam satu tim ataupun dengan klien yang menjadi pelanggan kita. Untuk memudahkan pengerjaan proyek desain yang bersifat kolaborasi kita memerlukan perangkat lunak yang dapat mengakomodasi kolaborasi kerja.

Contoh: Invision, Mural, Concept Inbox, Cage, Viewflux, Zeplin, Preview, Red Pen, GoVisually, Logo maker, dan Fluid UI

e) Perangkat Lunak Dokumen

Saat ini banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat dokumen dengan cara kolaborasi. Aplikasi tersebut pada umumnya dilengkapi dengan kemampuan untuk mengedit dokumen secara real time, sharing dokumen dan fitur untuk bekerja secara kolaborasi.

Contoh: Google Docs, Office Online, Etherpad dan Zoho

f) Berbagi file

Banyak aplikasi untuk berbagi file diantaranya: Google Drive, DropBox, OneDrive, HightTail, MediaFire dan SugarSyinc. Beberapa aplikasi dilengkapi dengan fitur sinkronisasi online, artinya setiap perubahan yang dilakukan dikomputer kamu akan diikuti oleh perubahan dari dokumen yang disimpan di Cloud.

g) Perangkat Lunak untuk Manajemen Proyek

Ketika bekerja dengan anggota tim, ada baiknya pimpinan proyek dapat mengetahui perkembangan setiap pekerjaan (task) yang dilakukan dan apa yang sedang dikerjakan oleh setiap anggota tim. Oleh karena itu diperlukan aplikasi yang dapat mengelola pekerjaan-pekerjaan yang ada dan anggota tim yang terlibat.

Contoh aplikasi untuk mengelola proyek: Asana, Podio, Trello, BaseCamp, ProofHub, Wrike, LiqidPlanner, WorkflowMaz, dan Zoho Projects.

 

  1. Kolaborasi dalam Industri

Ada banyak bentuk kolaborasi dalam industri, diantaranya sebagai berikut.

  • Membuat Produk Baru
  • Mengembangkan sistem
  • Produk yang saling melengkapi
  • Penelitian Bersama
  • Membangun lingkungan Bisnis Bersama
  • Penggunaan sumber Daya Bersama

 

Kolaborasi dalam Dunia Pendidikan

  1. Berbagi sumber Daya
  2. Berbagi Tenaga Ahli
  3. Membangun Komunitas Ahli
  4. Kolaborasi Bidang Penelitian

 

Kolaborasi Lembaga Pendidikan dengan Industri

  1. Rekrutmen Lulusan
  2. Pelatihan Kerja
  3. Jasa Konsultan
  4. Penelitian dan Pendanaannya

 

Kolaborasi dalam bidang Penelitian

  • Melakukan penelitian bersama
  • Mendapatkan supervisi; yaitu satu peneliti lebih muda melakukan penelitian bersama peneliti ahli. Peneliti ahli memberikan supervisi kepada yang lebih muda
  • Berbagi hasil penelitian
  • Berbagi sumber daya; termasuk sumberdaya peralatan, dana, keahlian dsb

 

  1. Kolaborasi dalam bidang Pemasaran (marketing)

Dalam dunia pemasaran, beberapa merek seperti google, apple, Airbnb sudah memiliki nilai yang baik dimata masyarakat sehingga dengan melakukan collborative marketing menggunakan merek tersebut dapat memberikan efek yang baik bagi merek dari produk yang lain.

Beberapa contoh kolaborasi yang sudah berhasil, Airbnb dan perusahanaan penerbangan KLM, Apple dan Nike, Google dan KitKat.

 

 

Ekonomi Berbagi

Ekonomi berbagi atau dikenal juga dengan kolaborasi pemakaian (collaborative consumption) adalah konsep ekonomi yang memungkinkan seseorang untuk menyewa atau meminjam barang dari pihak lain dibandingkan membeli atau memiliki sendiri.

Di lain pihak, konsep ekonomi berbagi memungkinkan seseorang untuk mendapatkan penghasilan dari aset-aset yang tidak digunakan secara penuh. Aset yang dimaksud di antaranya barang-barang seperti mobil, rumah atau produk peralatan, mainan dan pakaian.

Contoh perusahaan yang paling sukses mengusung konsep ekonomi berbagi adalah Airbnb dan taksi online (Uber, Grab, dan Gojek di Indonesia)

 

6 Poin Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

  1. Langgar Kesusilaan
    Pasal 45 ayat 1: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  2. Perjudian
    Pasal 45 ayat 2: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  3. Penghinaan Dan/Atau Pencemaran Nama Baik
    Pasal 45 ayat 3: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).
  4. Pemerasan Dan/Atau Pengancaman
    Pasal 45 ayat 4: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  5. Menyebarkan Berita Bohong dan Menyesatkan Yang Mengakibatkan Kerugian Konsumen
    Pasal 45A ayat 1: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  6. Menyebarkan Kebencian Atau Permusuhan Individu Dan/Atau Kelompok Masyarakat Tertentu Berdasarkan Atas Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).
    Pasal 45A ayat 2: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/ atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Nah lalu bagaimana soal medium sarana elektronik? Tidak ada yang berubah. Semua sarana elektronik bisa dijadikan objek UU ITE, dari SMS, sosial media, email hingga mailing-list.

Contoh kasus 1
Contoh kasus SMS yang berisi penghinaan terjadi di Desa Bara, Kecamatan Woja, Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Yaitu kala Siti Mardiah (45) SMS Emi Hidayanti pada 2014. Siti mengirim SMS yang berisi penghinaan dan mengata-ngatai Emi sebagai pelacur.
Kasus ini naik ke pengadilan dan Siti lalu dihukum pidana percobaan.
"Menjatuhkan pidana penjara selama 1 bulan. Pidana tersebut tidak perlu dijalani kecuali jika di kemudian hari ada putusn hakim yang menentukan lain bahwa terpidana sebelum lewat masa percobaan selama 2 bulan melakukan perbuatan yang dapat dipidana," ucap ketua majelis Djuyamto dengan anggota M Nur Salam dan Ni Putu Asih Yudiastri.

Contoh kasus 2
Masih soal SMS, Saiful dipenjara 5 bulan karena dia mengirimkan SMS berisi perkataan cabul, jorok dan porno kepada Adelian Ayu Septiana. Adel pun melaporkan hal ini ke polisi. Kasus bergulir hingga ke Mahkamah Agung.
Majelis kasasi yang diketuai Djoko Sarwoko dengan hakim anggota Komariah Emong Sapardjaja dan Surya Jaya menjatuhkan hukuman 5 bulan kepada Saiful. Kasus ini menjadi kasus pertama yang masuk MA terkait SMS cabul yang dipidana.

Contoh kasus 3
Kasus UU ITE via mailing-list dan email yang paling heboh adalah kasus Prita Mulyasari. Prita mengeluhkan layanan sebuah rumah sakit dalam bentuk email. Pihak RS lalu mempolisikan Prita dan jaksa menuntut Prita selama 6 bulan penjara. Pada 29 Desember 2009, majelis hakim PN Tangerang memutus bebas Prita Mulyasari. Alasan utama membebaskan Prita karena unsur dakwaan pencemaran nama baik tidak terbukti.
Siapa nyana, MA membalikkan semuanya. MA mengabulkan kasasi jaksa dan menyatakan Prita Mulyasari bersalah dalam kasus pencemaran nama baik RS Omni Alam Sutera, Tangerang. Prita divonis 6 bulan, tapi dengan masa percobaan selama 1 tahun. Kasus ini lalu dimintakan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK) dan dikabulkan. Prita bebas.

Contoh kasus 4

Untuk kasus SARA, masyarakat tentu masih ingat kasus Florence Saulina Sihombing. Mahasiswa S2 di Yogyakarta itu menuliskan kata negatif dalam akun Path-nya karena kesal dengan antrean beli bensin. Florence nyaris ditahan polisi dan akhirnya diadili.

Pada 31 Maret 2015, PN Yogyakarta menyatakan Florence tidak perlu dihukum 2 bulan penjara asalkan tidak berbuat kejahatan selama 6 bulan ke depan. Selain itu, Florence juga harus membayar denda Rp 10 juta. Pada 28 Juli 2015, Pengadilan Tinggi (PT) Yogyakarta memperbaiki putusan PN Yogyakarta sekedar menghapus pidana dendanya.

Sumber:
https://kupang.tribunnews.com/2018/11/28/lakukan-6-hal-yang-langgar-uu-ite-ini-kamu-dipenjara-guys-apa-saja-itu
https://inet.detik.com/law-and-policy/d-3356305/ini-6-konten-yang-terancam-penjara-terkait-revisi-uu-ite

Tulisan Lainnya
7 Informatika Smt 1 Nilai

Nilai per 6 Oktober 2020, 12.15 WIB    kls abs Nama Coba Maks B1_cb B1_Max Absen Absen 6 okt viia 01 AFFRILANAJA IKHLASUL IBAD 1 20     ya   viia 02 AGI

07/07/2020 13:17 WIB - Fery Ferdian
7 Informatika Smt 1 Bab 3 Algoritma

7 Informatika Smt 1 Bab 3 Algoritma

04/07/2020 11:44 WIB - Fery Ferdian
7 Informatika Smt 1 Bab 1 Teknik Komputer

3.1 Mengenal pemfungsian perangkat keras dan sistem operasi, serta aplikasi. 4.1.1 Mengamati saat sebuah piranti (misalnya HP, tablet) dihidupkan sampai siap dipakai. 4.1.2 Mematikan ko

03/07/2020 14:33 WIB - Fery Ferdian