• SMP NEGERI 1 KALINYAMATAN
  • Unggul dalam prestasi berdasarkan iman, taqwa, budi pekerti dan berwawasan lingkungan

9 PAI Smt 1 Bab 1 Iman Kepada Hari Akhir

BAB
1
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 1

Gambar 1.1. Salat jenazah
Sumber: www.ahermediacenter.com

Gambar 1.2. Pohon tumbang
Sumber: www.poskotanews.com

Gambar 1.3. Gunung berapi
Sumber: www.coolemailforwards.com




Pernahkah kamu melihat orang yang sedang menanam pohon? Orang
yang menanam pohon mangga tentu berharap kelak akan memanen buah
mangga. Mereka yang menanam padi berharap akan memanen padi,
demikian juga yang menanam jagung, sagu, atau sorgum tentu berharap
akan memanen jagung, sagu, atau sorgum. Seperti itu pula kehidupan kita di
dunia ini. Kita diperintahkan untuk menanam kebaikan sebanyak-banyaknya,
agar kelak di akhirat dapat menuai atau memanen pahala atas tanaman
kebaikan itu.
Hal ini sangat sesuai dengan pesan Rasulullah saw. bahwa kehidupan
di dunia merupakan ladang untuk menanam. Kalau yang kita tanam adalah
kebaikan, kelak di akhirat kita akan memanen kebaikan. Sebaliknya, jika yang
kita tanam adalah keburukan, kelak yang akan kita panen adalah keburukan
yang telah kita perbuat.
Marilah kita merenung sejenak, pada hakikatnya hidup di dunia ini hanyalah sebentar dan sementara. Tidak ada orang yang akan hidup selamanya di dunia, bukan? Sayang sekali jika kesempatan yang tidak lama ini tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mencari bekal
kehidupan di akhirat kelak. Banyak sekali orang yang menunda-nunda untuk beramal baik dengan alasan masih banyak waktu. Para remaja menghabiskan waktunya untuk berfoya-foya. Para pemuda menggunakan waktunya hanya dengan bersenang-senang. Mereka lupa bahwa kematian dapat datang secara tiba-tiba tanpa pernah diduga sama sekali. Begitu kematian telah datang, habislah kesempatan kita untuk menanam kebaikan.
Oleh karena itu, janganlah membuang waktu lagi. Marilah kita perbanyak amal kebaikan dan hentikan kebiasaan buruk untuk menggapai kehidupan akhirat yang lebih baik.


Farhan : “Masya Allah, Aziz. Aku tadi melihat kecelakaan di jalan ”
Aziz : “O ya... apakah ada korban? Berapa?”
Farhan : “Iya, kelihatannya ada beberapa yang meninggal?”
Aziz : “Inn± lill±hi wainn± ilaihi r±ji’μn.”
Farhan : “Makanya, kamu kalau naik motor jangan ngebut-ngebut, Ziz.
Berhati-hati itu jauh lebih baik “.
Aziz : “Iya, kawan. Terima kasih atas nasihatmu.”
Farhan : “Apalagi kamu juga belum punya SIM, kan?”
Aziz : “Iya deh, besok aku naik motornya kalau sudah punya SIM saja.”
Aziz : “Nah, sekarang gantian, aku juga mau menasihati kamu. Jangan
marah lho, janji ya?.“
Farhan : “Iya.. iya. Aku janji tidak akan marah. Apa nasihatmu padaku?”
Aziz : “Kamu suka meninggalkan salat, kan? Hati-hati, nanti kamu bisa
celaka di akhirat. Rasanya lebih sakit bila dibandingkan kecelakaan
di dunia.”
Farhan : “Iya deh, besok aku rajin salat, Insya Allah. Terima kasih, kawan.”

 

1 Pengertian Hari Akhir dan Macam-Macam Kiamat


Gambar 1.5
Sumber: www.sayangi.com
Gambar 1.6
Sumber: www.fc02.deviantart.net

Aktivitas Siswa 1:
Amati dan cermati Gambar 1.5 dan Gambar 1.6. Kemudian, diskusikan
dan tulislah komentar atau pertanyaan yang terkait dengan gambar
tersebut.


Beriman kepada hari akhir atau hari kiamat merupakan rukun iman
yang kelima. Umat Islam harus percaya dan yakin bahwa hari akhir itu
pasti akan datang. Kelak manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur
untuk menerima pengadilan Allah Swt. Perhatikan firman Allah Swt.
berikut:

Artinya: “Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan
padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun
yang di dalam kubur” (Q.S. al-¦ajj/22:7)


Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa seluruh alam termasuk dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya terompet Malaikat Israfil. Dijelaskan bahwa pada hari itu, daratan, lautan dan benda-benda di langit porak-poranda. Gununggunung
meletus, hancur, dan berhamburan. Lautan meluap dan menumpahkan seluruh isinya. Benda-benda yang ada di langit bergerak tanpa kendali. Bintang, planet, dan bulan saling bertabrakan.
Seluruh manusia menjadi panik. Mereka berlari pontang-panting dan tidak sempat mengenali lagi sanak saudaranya. Semua ingin menyelamatkan diri, namun akhirnya semuanya mati, hancur, dan
menghadap Ilahi. Tidak hanya manusia yang mati, seluruh tumbuhan, hewan, kuman, bakteri, virus, jin, dan syaitan juga mengalami kematian.
Mahabesar Allah atas segala kuasa-Nya.

 

Gambar 1.7. Pada hari kiamat, semua gunung meletus dan
bebatuan berhamburan.
Sumber: www.diradio.net


Para ulama mengelompokkan kiamat menjadi dua macam, yaitu:
Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra
a. Kiamat Sugra (kiamat kecil), yaitu terjadinya kematian yang menimpa sebagian umat manusia. Misalnya: matinya seseorang karena sakit, kecelakaan, musibah tsunami, banjir, tanah longsor,
dan sebagainya.
b. Kiamat Kubra (kiamat besar), yaitu terjadinya kematian dan kehancuran yang menimpa seluruh alam semesta. Dunia porakporanda, rusak, dan hancur. Kehidupan manusia akan berganti
dengan alam yang baru, yakni alam akhirat. Kiamat Kubra ini dialami

oleh seluruh makhluk hidup di jagad raya tanpa terkecuali. Kejadian ini terjadi secara menyeluruh sehingga dapat dibayangkan bahwa suasana saat itu sangat mencekam dan luar biasa dahsyatnya. Jika itu sudah dikehendaki oleh Allah Swt., Sang Pencipta, tidak ada yang bisa menghalangi kekuasaan dan kebesaran-Nya.
Peristiwa kiamat kecil berupa kematian sudah sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Kiamat kecil itu merupakan akhir dari kehidupan orang-orang yang mengalaminya. Bagi orang yang masih hidup, hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bahwa pada saatnya, kita juga akan mengalaminya. Kiamat Kubr± memang belum terjadi. Peristiwanya hanya dapat diketahui melalui keterangan dan berita dari Allah Swt. dan Rasulullah saw.
2. Kejadian Kiamat Kubra

Gambar 1.8. Seseorang yang sakit kemudian meninggal
dunia merupakan contoh kiamat sugr±.
Sumber: www.tempo.co

Aktivitas Siswa 2:
a. Membaca Q.S. al-Q±ri’ah /101:4-5 dan Az-Zalzalah/99:1-2 beserta artinya
dengan cermat!
b. Menjabarkan isinya dan melengkapinya dengan ilustrasi berupa
gambar, video, skema, atau bagan yang sesuai serta dilakukan secara
berkelompok.
c. Menyampaikan atau memaparkan hasilnya kepada kelompok lain
untuk dibandingkan dan saling melengkapi.

Kejadian mengenai hari kiamat digambarkan oleh Allah Swt. begitu dahsyat, sebagaimana tertuang dalam Q.S. al-Qāri’ah/101:4-5 berikut ini:

Artinya: “Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”
(Q.S. al-Qāri’ah/101:4-5)
Di dalam Q.S. Az-Zalz±lah/99:1-2, Allah Swt. juga berfirman:

Artinya: “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat, dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,” (Q.S. Az-Zalzalah/99:1-2)
Kiamat Kubra memang belum terjadi sehingga tak seorang pun mengetahui peristiwa yang sebenarnya. Namun, kita mengetahuinya dari firman Allah Swt. dan Hadis Nabi saw. Adapun kejadian Kiamat Kubra
digambarkan oleh Allah Swt. sebagai berikut:
a. Malaikat Israfil meniup sangkakala untuk yang pertama kali. Semua makhluk akan mati, kecuali yang dikehendaki hidup oleh Allah Swt.
Firman Allah dalam Q.S. az-Zumar/39:68:

Artinya: “Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi kecuali mereka yang dikehendaki Allah. ...” (Q.S. az-Zumar/39:68)
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 9
b. Langit menjadi terpecah-belah, matahari digulung, bintang-bintang berjatuhan, lautan meluap dan menjadi panas, gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan, dan manusia seperti anai-anai beterbangan.

Firman Allah Swt. dalam Q.S. al-Muzammil/73:18:

Artinya: “Langit terbelah pada hari itu, janji Allah pasti terlaksana.”
(Q.S. al-Muzammil/73:18)

Aktivitas Siswa 3:
a. Membaca materi tentang proses atau tahapan kehidupan manusia di hari akhir berikut ini.
b. Membuat ilustrasi yang menggambarkan proses kehidupan manusia di hari akhir mulai dari alam kubur sampai dengan neraka/surga, serta dilakukan secara berkelompok.
c. Melengkapi ilustrasi tersebut dengan merumuskan pengaruh beriman kepada hari akhir terhadap amal baik dan amal buruk manusia selama di dunia.
d. Menyampaikan atau memaparkan hasilnya kepada kelompok lain untuk dibandingkan dan saling melengkapi.

Setelah peristiwa kiamat yang maha dahsyat itu, semua manusia akan mati dan mengalami proses kehidupan di alam akhirat sebagai berikut.
1) Alam Barzakh (Yaumul Barzakh)

 

Gambar 1.9. Pintu gerbang menuju akhirat adalah alam kubur.
Sumber: www.depoknews.com

Alam barzakh yang dikenal dengan alam kubur yang merupakan
pintu gerbang menuju akhirat atau batas antara alam dunia dan alam
akhirat. Di alam kubur, manusia akan bertemu, ditanyai, dan diperiksa
oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang segala amal perbuatannya
ketika menjalani kehidupan di dunia.
Perhatikan kisah kehidupan di alam kubur yang diceritakan oleh
Nabi Muhammad saw. berikut ini.


Beda Orang Mukmin dan Kafir di Alam KuburNabi Muhammad saw. pernah masuk ke sebuah kebun milikBani Najjar, lalu mendengar suara hingga beliau khawatir. Beliaubertanya: “Siapa yang dikubur ini?” Para sahabat menjawab, “WahaiRasulullah, orang-orang yang mati pada masa Jahiliyah.” Beliau berkata,“Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksa neraka dan fitnah Dajjal.”
Para sahabat merasa heran, lalu mereka bertanya, “Wahai Rasulullah,memang kenapa, apa yang terjadi, ya Rasul?”
Beliau menjawab, “Seorang mukmin jika telah diletakkan dalam
kuburnya, maka seorang malaikat akan datang kepadanya seraya
berkata, “Apa yang kamu sembah?” Jika Allah memberinya petunjuk,
maka ia akan menjawab, “Aku menyembah Allah.” Lalu ditanyakankepadanya, “Apa yang kau katakan tentang pria ini (Muhammad)?” Lalu ia menjawab, “Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Orang tersebut tidak ditanya kecuali pertanyaan yang tadi.
Lalu ia dibawa menuju rumah yang disediakan untuknya di dalam neraka, dikatakan kepadanya, “Lihatlah, ini adalah rumah yang semula disediakan untukmu di neraka, tetapi Allah telah melindungi dan memberimu rahmat, lalu Allah menggantikan rumahmu di surga.” Lakilaki
mukmin itu pun berkata, “Biarkanlah aku mengabarkan berita baik ini kepada keluargaku di dunia,” Lalu dikatakan kepadanya, “Tenangkan dirimu dan tinggallah di situ.”
Bila seorang kafir telah diletakkan dalam kuburnya, seorang malaikat akan datang kepadanya seraya bertanya, “Siapa yang kamu sembah?”
Ia lalu menjawab, “Aku tidak tahu.” Lalu, dikatakan kepadanya, “Engkau tidak tahu tapi tidak mau membaca!”
Lalu malaikat berkata, “Apa yang kamu katakan tentang pria ini (Muhammad)?” Ia lalu menjawab, “Aku mengatakan ia manusia biasa, bukan utusan Allah Swt.”
Malaikat itu lalu memukulnya dengan palu besi antara dua telinganya hingga ia melolong dan menjerit kesakitan dengan jeritan yang dapat didengar oleh semua makhluk kecuali jin dan manusia.
Sumber: Kitab Hadis Sunan Abu Dawud


2) Yaumul Ba’a¡

Gambar 1.10. Benih tumbuhan
Sumber: www.poklat.com

 

Pernahkan kamu melihat benih kecil yang tumbuh diatas tanah? Begitulah kelak
Allah Swt. akan membangkitkan kembali seluruh manusia yang telah mati dari alam
kubur. Peristiwa itu dinamakan yaumul ba’a¡. Yaumul ba’a¡ adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk diarahkan menuju padang mahsyar. Kebangkitan manusia ini akan terjadi setelah ditiupkan sangkakala yang kedua oleh Malaikat Israfil. Seluruh manusia mulai zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir bangkit dari kubur. Adapun keadaan mereka bermacammacam
sesuai dengan amal perbuatan mereka pada waktu hidup di dunia.

Firman Allah Swt.:


Artinya: “Lalu ditiuplah sangkakala (yang kedua kalinya), maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya”. (Q.S. Yās³n/36:51)

Karena kesombongannya, sebagian orang tidak mau percaya tentang kejadian hari akhir. Orang-orang seperti ini kelak akan tercengang, menyesal, malu, lantas menundukkan kepala mereka
dengan lesu. Mereka merasa kebingungan dan sangat panik karena tidak pernah menduga hal semacam ini akan terjadi. Orang-orang yang ingkar semacam ini diibaratkan Allah Swt. seperti belalang yang beterbangan ke sana kemari karena cemas, panik, dan bingung.
Pandangan mereka tertunduk dan ketika mereka keluar dari kuburan, mereka panik seperti belalang yang beterbangan serta meloncat dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya.
Rasulullah saw. secara lebih jelas menceritakan kisah yang akan terjadi kelak di hari kebangkitan seperti berikut ini:

 


Artinya: “Telah menceritakan kepada Bahz bin Hakim dari bapaknya
dari kakeknya, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya kamu akan dikumpulkan (pada hari kiamat)
ada yang berjalan, berkendaraan, dan akan diseret di atas
wajah kamu.” (H.R. Tirm³©³)

3) Yaumul ¦asyr atau Yaumul Ma¥syar
Bacalah sepenggal kisah mengenai peristiwa Yaumul Ma¥syar yang
disampaikan oleh Rasulullah saw. berikut ini.

Percakapan Rasulullah saw.

dengan Istri Beliau Aisyah


Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw. ;
“Wahai Rasulullah, bagaimanakah keadaan manusia ketika mereka
di Padang Mahsyar?” Beliau menjawab: “Mereka tidak berpakaian sama
sekali.”
Selanjutnya, Aisyah bertanya; “Begitu juga dengan para wanita?”
Beliau menjawab: “Ya, begitu juga dengan para wanita.”

Aisyah melanjutkan pertanyaannya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka
tidak merasa malu?”
Beliau menjawab: “Wahai Aisyah, perkara dan masalah yang mereka
hadapi pada hari itu jauh lebih penting daripada hanya sekadar saling
pandang di antara sesama mereka.”
Sumber: Kitab Hadis Sunan Ibnu Majah

Yaumul Hasyr atau Yaumul Mahsyar adalah hari dikumpulkannya
seluruh manusia yang telah dibangkitkan dari kuburnya, di sebuah
padang yang sangat luas bernama Padang Mahsyar. Di Padang Mahsyar
keadaan manusia sangat susah, tidak ada yang dapat menolong,
kecuali hanya pertolongan yang datangnya dari Allah Swt. bagi orangorang
yang dikehendaki-Nya.
Pada Yaumul Mahsyar pula, manusia menerima catatan amalnya
selama hidup di dunia, baik amal yang buruk maupun amal yang
baik. Seluruhnya tercatat secara rinci. Orang yang beriman dan
beramal saleh merasa gembira melihat catatan amalnya. Sebaliknya,
orang yang berbuat jahat dan kerusakan ketika hidup di dunia akan
menerima catatan amalnya dengan perasaan sedih serta penuh
dengan penyesalan.
Penyesalan hanyalah tinggal penyesalan karena segalanya sudah
terjadi. Pada hari itu, orang yang tidak beriman sungguh telah putus
harapannya karena pertolongan Allah Swt. sudah tidak mungkin
lagi datang kepadanya. Sebaliknya bagi orang-orang yang beriman
penantiannya di Padang Mahsyar adalah penantian yang penuh
harapan akan pertolongan Allah Swt.
Ketika seluruh manusia sampai di Padang Mahsyar, mereka
menunggu pengadilan dari Allah Swt. Bagaimana gambaran Padang
Mahsyar? Padang Mahsyar digambarkan oleh Rasulullah saw. sebagai
tanah lapang berwarna putih bersih dan tidak ada tempat untuk
berteduh maupun pepohonan.

Di Padang Mahsyar inilah Allah Swt. akan mengadili manusia
dengan seadil-adilnya, sebagaimana firman Allah Swt.:

Artinya: “Dan bumi (Padang Mahsyar) menjadi terang benderang
dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan
perbuatan mereka) diberikan (kepada masingmasing),
nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu
diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang
mereka tidak dirugikan.(QS. az-Zumar/39:69)
Seluruh manusia ketika berada di Padang Mahsyar merasa sangat
cemas. Orang yang banyak beramal baik merasa cemas apakah amal
kebaikannya diterima Allah Swt. Sebaliknya, orang yang berbuat jahat
merasa cemas dan takut apakah perbuatannya itu akan diampuni oleh
Allah Swt. Pengadilan Allah Swt. di Padang Mahsyar juga menentukan,
apakah manusia akan selamat dan masuk surga dengan penuh
kebahagiaan atau akan masuk neraka.
4) Yaumul Mizan dan Yaumul Hisabb
Arti kata m³zān adalah timbangan, Hisab artinya perhitungan. Dua
istilah ini , yaitu Yaumul M³z±n dan Yaumul Hisab memiliki makna yang
hampir sama.
Yaumul Mizan adalah hari ditimbangnya seluruh amal baik dan buruk
manusia untuk menerima keadilan dan balasannya masing-masing.
Yaumul M³z±n disebut juga Yaumul His±b, yaitu hari diperhitungkannya
seluruh amal perbuatan manusia, baik amal yang baik maupun amal
yang buruk. Pada hari itu, manusia akan menerima balasannya masingmasing
berdasarkan keadilan dari Allah Swt.
Setelah seluruh manusia sampai di Padang Mahsyar, seluruh amal
perbuatannya selama hidup di dunia akan dihitung atau ditimbang. Bagi
mereka yang timbangan amal baiknya lebih berat akan mendapatkan
balasan yang memuaskan, sedangkan bagi mereka yang timbangan
amal baiknya lebih ringan akan mendapatkan balasan neraka hawiyah,
yaitu neraka yang panas.



Firman Allah Swt. dalam Q.S. az-Zalz±lah/99 ayat 7 dan 8
Artinya: “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat
dzarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat
dzarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Q.S.
az-Zalz±lah/99:7-8).
Pada hari perhitungan amal manusia, akan diperlihatkan kepadanya
semua perbuatannya selama hidup di dunia. Ketika ia melihat amal
baiknya, dia akan merasa senang. Sebaliknya, ketika melihat amal
buruknya, dia akan menyesal. Firman Allah Swt.:

 


Artinya: “(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan
(balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan di hadapkan
kepadanya, begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah
dia kerjakan...” (Q.S. ‘²li ‘Imr±n/3:30)
Rasulullah saw. menjelaskan bahwa perkara yang pertama kali
akan diperhitungkan adalah salat seseorang. Bila seseorang tidak
pernah meninggalkan salat dan salat itu dilaksanakan dengan khusyu,
dia akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat.
Amal baik dan amal buruk manusia kelak akan ditimbang di neraca
keadilan. Inilah yang disebut dengan Yaumul Mizan. Yaumul Mizan
merupakan hari ditimbangnya amal perbuatan manusia dari yang
terkecil sampai yang terbesar. Seluruhnya akan terlihat dan tidak ada
yang luput dari perhitungan. Perbuatan baik meskipun hanya seberat
zarrah akan ada balasannya, begitu pula perbuatan jahat walaupun
seberat zarrah juga akan ada balasannya.
Berbahagialah orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
Mereka akan mendapatkan timbangan yang berat untuk amal salehnya
dan mereka juga akan memperoleh kebahagiaan di akhirat.
Di akhirat, sebaliknya, orang yang selalu berbuat kejahatan
tentunya akan mendapati timbangan amal buruknya sangat berat.
Banyak sekali ayat al-Qur’±n yang menyatakan betapa meruginya
orang yang ketika di dunia selalu berbuat jahat. Mereka kelak di akhirat
akan mendapatkan siksaan yang amat berat di neraka sebagai balasan
atas perbuatan jahatnya itu.
5) Surga dan Neraka
Allah Swt. memiliki sifat Yang Maha Adil, karena seluruh perbuatan
manusia akan diadili. Seluruh amal baik dan amal buruk manusia akan
mendapatkan balasannya. Tidak ada satu perbuatan pun yang luput
dari keadilan Allah Swt.
Sebaliknya, orang yang selalu berbuat kejahatan tentunya akan
mendapati timbangan amal buruknya sangat berat. Banyak sekali ayat
al-Qur’±n yang menyatakan betapa susahnya seseorang yang ketika di
dunia selalu berbuat jahat. Mereka kelak di akhirat akan mendapatkan
siksaan yang amat berat di neraka sebagai balasan atas perbuatan
jahatnya itu.
Balasan terhadap amal buruk yang dilakukan ketika hidup di dunia
ditimpakan setelah dilakukan penimbangan seberapa berat kejahatan
dan keburukan yang telah dilakukannya. Kemudian, mereka akan
mendapatkan balasannya berupa siksa di neraka.
a) Surga sebagai Balasan Amal Baik
Seluruh perbuatan baik manusia telah diperhitungkan pada
saat Yaumul Hisab. Perbuatan baik itu akan mendapatkan balasan
yang setimpal dari Allah Swt. Tidak ada sedikit pun perbuatan baik
yang tidak mendapatkan balasan. Balasan Allah Swt. terhadap
perbuatan baik tentu balasan yang sangat menyenangkan dan
memuaskan.
Balasan yang memuaskan itu berupa surga yang di dalamnya
penuh kenikmatan yang melebihi kenikmatan dunia. Ungkapan
kenikmatan itu difirmankan Allah Swt.:



Artinya: “Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang
dalam kesibukan (mereka). Mereka dan pasangan-pasangannya
berada dalam tempat yang teduh, bersandar
di atas dipan-dipan. Di surga itu mereka memperoleh buahbuahan
dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.
(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat
dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S. Yāsin/36:55-58)

b) Neraka sebagai Balasan Amal Buruk
Setiap perbuatan buruk manusia juga akan menerima balasannya.
Perbuatan buruk sekecil apapun akan menerima balasannya,
yakni neraka yang di dalamnya ada api yang sangat panas.
Di neraka itulah, balasan orang yang banyak melakukan dosa,
takabur, sombong, dan terlebih tidak melaksanakan perintah Allah
Swt. Mereka di neraka susah payah mendapatkan makan dan
minum, mereka diberi minuman yang panas dan makanan dari
pohon berduri.
Firman Allah Swt.:


Artinya: ”Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon
yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak
menghilangkan lapar.” (Q.S. al-Gāsyiyah/88:6-7)
Para penghuni neraka tidak akan merasa aman atau
menyenangkan sebab selalu diliputi angin dan air yang panas.
Firman Allah Swt.:

Artinya: “(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas
dan air yang mendidih dan naungan asap yang
hitam. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.”
(Q.S. al-Wāq³’ah/56:42-44)
Begitulah gambaran betapa pedih dan beratnya siksaan yang
diterima bagi mereka yang ringan timbangan amal kebaikan mereka.
Hal ini merupakan balasan yang setimpal dari perbuatan yang
dilakukan semasa hidup di dunia.

Nah, sekarang kamu tentunya menjadi makin yakin, bukan? Bahwa
hari akhir dan rangkaian peristiwanya kelak pasti akan terjadi. Pada hari itu,
manusia akan merasa tenang apabila mereka memiliki bekal amal yang baik.
Sebaliknya, manusia akan gelisah dan tersiksa apabila bekal yang dimilikinya
adalah perbuatan buruk selama di dunia.
Terkait dengan keimanan terhadap hari akhir ini, lakukanlah refleksi
diri. Tanggapilah pernyataan-pernyataan berikut, menurut apa yang kamu
rasakan dengan cara memberi tanda silang pada gambar yang sesuai.

1. Pada saat ada tetangga atau kerabat yang meninggal dunia, saya merasa
diingatkan bahwa pada saatnya hal itu juga akan terjadi kepada diri saya.

2. Menjalani hidup dengan kejujuran akan menjadi salah satu penolong
saya kelak di akhirat.

3. Ketika hidup di dunia saya suka menolong orang lain, maka ketika di
akhirat saya juga akan mendapatkan pertolongan dari Allah Swt.

4. Diceritakan bahwa kehidupan di surga sangat menyenangkan dan tidak
pernah mengalami kesedihan sedikit pun.

5. Diceritakan bahwa kehidupan di neraka sangat menyedihkan dan penuh
dengan penderitaan.

Aktivitas Siswa 4:
a. Membaca kisah teladan di bawah ini.
b. Berdiskusi dan bekerja sama untuk menceritakan kembali secara
langsung atau disajikan dengan bentuk sosiodrama.
c. Menyimpulkan dan menyampaikan pelajaran yang dapat dipetik dari
kisah di bawah ini.

Penasaran dengan Calon Penghuni Surga Di salah satu sudut Masjid Nabawi, terdapat satu ruang yang kini digunakan sebagai ruangan khidmat. Dahulu di tempat itulah, Rasulullah saw. senantiasa berkumpul bermusyawarah bersama para sahabatnya. Di sana, beliau memberi tausiyah.

Gambar 1.11
Sumber: Kemdikbud
Suatu ketika, saat Rasulullah saw. memberikan tausiyahnya, tiba-tiba
beliau berucap, “Sebentar lagi akan datang seorang pemuda ahli surga.”
Para sahabat pun saling bertatapan, di sana ada Abu Bakar Ash Shiddiq,
Usman bin Affan, Umar bin Khattab, dan beberapa sahabat lainnya. Tak lama
kemudian, datanglah seorang pemuda yang sederhana. Pakaian pemuda
itu sederhana, penampilannya sederhana, wajahnya masih basah dengan
air wudhu. Tangan kirinya menenteng sandalnya yang sederhana pula.
Pada kesempatan yang lain, ketika Rasulullah saw. berkumpul dengan
para sahabatnya, beliau pun berucap, “Sebentar lagi kamu akan melihat
seorang pemuda ahli surga.” Dan pemuda sederhana itu datang lagi, dengan
keadaan yang masih tetap sama, sederhana.
Para sahabat yang berkumpul pun terheran-heran, siapa gerangan
pemuda sederhana itu? Bahkan hingga ketiga kalinya Rasulullah mengatakan
hal yang serupa. Bahwa pemuda sederhana itu adalah seorang ahli surga.
Seorang sahabat, Abdullah bin Amru bin Ash merasa penasaran.
Amalan apa yang dimilikinya sampai-sampai Rasul menyebutnya pemuda
ahli surga? Maka, Abdullah berusaha mencari tahu. Ia meminta izin kepada
ayahnya untuk menginap beberapa malam di kediaman si pemuda tersebut.
Si pemuda pun mengizinkan. Dan mulai saat itu, Abdullah mengamati setiap
amalan pemuda tersebut.


Malam pertama, ketika Abdullah bangun untuk tahajud, pemuda tersebut masih terlelap hingga datang waktu shubuh. Ba’da shubuh, ia membaca al-Qur’an. Diamatinya bacaan pemuda tersebut yang masih terbata-bata, dan tidak begitu fasih. Ketika masuk waktu dhuha, Abdullah bergegas menunaikan salat dhuha, sementara pemuda itu tidak.
Keesokannya, Abdullah kembali mengamati amalan pemuda tersebut. Malam tanpa tahajjud, ketika membaca al-Qur’±n terbata-bata dan tidak begitu fasih, serta di pagi harinya tidak salat dhuha.

Gambar 1.12
Sumber: Kemdikbud

Begitu pun di hari ketiga, amalan pemuda itu masih tetap sama. Bahkan
di hari itu, Abdullah berpuasa sunnah, sedangkan pemuda itu tidak.
Abdullah pun makin heran dengan ucapan Rasulullah saw. Tidak ada
yang istimewa dari amalan pemuda itu, tetapi beliau menyebutnya sebagai
pemuda ahli surga. Hingga Abdullah pun langsung mengungkapkan
keheranannya pada pemuda itu.

Gambar 1.13
Sumber: Kemdikbud
“Wahai Saudaraku, sesungguhnya Rasulullah saw. menyebut-nyebut
engkau sebagai pemuda ahli surga. Tetapi setelah aku amati, tidak ada
amalan istimewa yang engkau amalkan. engkau tidak tahajjud, bacaanmu
pun tidak begitu fasih, pagi hari pun kau lalui tanpa salat «huh±, bahkan
puasa sunnah pun tidak. Lalu, amal apa yang engkau miliki sehingga Rasul
menyebutmu sebagai ahli surga?”
“Saudaraku, aku memang belum mampu tahajjud. Bacaanku pun tidak
fasih. Aku juga belum mampu salat «huh±. Dan aku pun belum mampu untuk
melakukan puasa sunnah. Tetapi ketahuilah, sudah beberapa minggu ini
aku berusaha untuk menjaga tiga amalan yang baru mampu aku amalkan.”
“Amalan apakah itu?”
“Pertama, aku selalu berusaha jujur, tidak berdusta kepada siapa pun,
dan aku juga tidak pernah merasa iri dengki kepada seseorang atas kebaikan
yang telah dikaruniakan oleh Allah Swt. kepada seseorang.”
Abdullah berkata, “Demi Allah...engkau benar-benar ahli surga. Amalan
yang engkau sebut itulah amalan yang paling sulit aku amalkan.”
(Sumber: Kitab Hadis Musnad Ahmad)


Beriman kepada hari kiamat merupakan rukun iman yang kelima.
2. Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa seluruh alam termasuk
dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran ditandai dengan
ditiupnya terompet oleh Malaikat Israfil.
3. Para ulama mengelompokkan kiamat menjadi dua macam, yaitu kiamat
Sugr± dan kiamat Kubr±.
4. Setelah kejadian kiamat Kubr± yang sangat dahsyat itu, semua manusia
akan mati dan mengalami proses kehidupan di alam akhirat yaitu: alam
Barzakh, Yaumul Ba’ats, Yaumul ¦asyr, Yaumul M³z±n/His±b.
5. Setiap perbuatan baik dan buruk manusia akan menerima balasan dari
Allah Swt. seadil-adilnya.

 

 

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d sesuai jawaban yang paling tepat !

1. Hari Akhir disebut jugs dengan hari

  1. kia mat   c. pembalasan

  2. penghabisan   d. seluruhnya

2. Kiamat kecil disebut jugs kiamat

  1. Sugra   c. sebagian

  2. kubrd   d. seluruhnya

3. Hancurnya alam semesta sehingga alam dunia musnah dan berganti dengan alam baru disebut

  1. malapetaka   c. kiamat Sugni

  2. bencana alam   d. kia mat kubra

4. Setelah manusia meninggal dunia, is akan memasuki alam ....

  1. gaib   c. arwah

  2. barzakh   d. akhirat

5. Malaikat yang menanyai di kubur adalah ....

  1. Atid dan Rakib   c. Munkar dan Nakir

  2. Jibril dan Mikail   d. Malik dan Ridwan

6. Hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur dinamakan ....

  1. reinkarnasi   c. yaumul hisab

  2. yaumul Ba'ats   d. yaumul mizan

7. Orang yang dibangkitkan dari alam kubur diarahkan menuju suatu tempat yaitu ....

  1. surga   c. Padang Mahsyar

  2. neraka   d. padang akhirat

8. Hari ditimbangnya amal manusia dinamakan ....

  1. yaumul Ba'ats   c. yaumul mizan

  2. yaumul hisab   d. yaumul akhirat

9. Seseorang yang menerima buku amalannya dari sebelah kanan, perhitungan amalnya akan ....

  1. cepat   c. didahulukan

  2. mudah   d. terpercaya

10. Firman Allah Swt.yang menjelaskan tentang ditunjukkannya amaliyah di dunia walau seberat"zarrah" adalah ....

  1. Q.S. al-Baqdrah:1- 11   c. Q.S. ad-Duhd:8

  2. Q.S. al-Baldd:7-8   d. Q.S. az-Zalzalah:7-8

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini !

  1. Jelaskan pengertian hari kiamat!

  2. Bagaimana cara menjalani kehidupan di dunia yang baik?

  3. Mengapa pada waktu dihitung amal manusia, tidak ada seorang pun yang dapat menipu?

  4. Jelaskan fungsi iman kepada hari kiamat!

  5. Sebutkan amalan yang dapat menjadikan seseorang ahli surga!

C. Tugas

  1. Buatlah majalah dinding mini dengan tema iman kepada hari kiamat!

  2. Misalnya ada salah seorang teman kamu yang belum menjalankan salat wajib, padahal dia sudah baligh, dan mengatakan bahwa dia akan taubat pada saat sudah tua nanti. Bagaimana cara terbaik menasihatinya? Diskusikanlah!

  3. Bumi yang kita tempati ini sangat besar, kuat, dan kokoh. Di sisi lain, dinyatakan bahwa alam semesta termasuk dunia ini pada saatnya nanti akan mengalami kehancuran. Carilah data atau informasi dari berbagai media yang dapat mengungkapkan misteri mengapa bumi yang sangat kokoh ini bisa hancur.

Pada bagian ini, putra-putri kita sedang mempelajari materi kepada hari akhir. Orang tua dapat membimbing dan memantau kegiatannya pada saat di rumah. Apabila mereka bertanya kepada orang tua, berikanlah jawaban dan arahan yang dapat membangun pengetahuan dan sikap terpuji serta menghindari perbuatan tercela.